Ketahui Efek Samping Pengobatan Aritmia, Salah Satunya Bahayakan Ibu Hamil & Janin

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2017 20:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Medicalexpress)
Share :

Kemudian, ada juga Ablasi. Nah, pada pengobatan jenis ini, biasanya banyak dilakukan pada pasien. Sebab, terapi ablasi juga merupakan modalitas elektroterapi yang menggunakan energi listrik untuk menghancurkan myocardium yang menjadi fokus dari timbulnya aritmia.

"Yang terakhir adalah terapi bedah. Secara tata laksana, penanganan dengan pembedahan sama dengan ablasi. Bedanya, terapi bedah menghancurkan fokus aritmia secara mekanik," pungkas Prof Yoga.

(Baca Juga: Sering Bangun Tengah Malam Berisiko Terkena Gangguan Irama Jantung)

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung Konseling Dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), menjelaskan, penggunaan ablasi pada ibu hamil cukup berisiko menggangu kesehatan janin. "Bahkan bisa membahayakan janin. Sebab, sinar X yang digunakan cukup berisiko membuat kesehatan janin menjadi terganggu," tambahnya.

Makanya, sambung Dr. Dicky, sekarang ini penggunaan 3D yang dikombinasikan dengan ablasi bisa menjadi pilihan pengobatan yang bisa dipilih ibu hamil. "Tapi, karena alat dan tenaga medisnya terbatas, pasien membutuhkan waktu antri 6 bulan," terang Dr Dicky.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya