PERNAKAH Anda membayangkan ketika sedang berlayar di tengah samudra tiba-tiba ada sinyal berbahaya akan datangnya Kapal Pembajak? Tentu saja hal tersebut membuat Anda akan ketakutan, apalagi selama ini pembajakan kapal laut yang sering ditonton di film sungguh mengerikan.
Namun, kejadian ini secara nyata dialami oleh 1.900 penumpang Kapal Pesiar Mewah Sea Princess baru-baru ini. Kejadian tersebut terjadi ketika kapal pesiar tersebut berlayar dari Sydney.
(Baca Juga: 3 Keluhan Terkonyol Sepanjang Sejarah Perhotelan, Ada yang Mengeluh Tak Boleh Bawa Ayam!)
Kapal Sea Princess Tanpa Hiburan (foto: Supplied)
Semua penumpang tak ada yang menyangka jika 10 dari 104 hari di laut, mereka mengalami kejadian menakutkan di mana tidak ada hiburan sama sekali saat malam hari. Tidak ada pesta, tidak ada menonton film di bawah bintang, tidak boleh keluar saat malam hari, bahkan tidak boleh bermain di kolam renang.
Selain itu, lampu kapal yang biasanya dinyalakan sebagai tanda kehadiran kapal pesiar ini di laut pun dimatikan seolah menjelma bak kapal hantu. Sontak hal tersebut membuat banyak penumpang panik, bahkan mereka sempat merasakan suasana sepi.
(Baca Juga: Hotel Bertema Film Disney dengan Desain yang Bikin Gemas!)
Terutama ketika kapten Gennaro Arma membunyikan alarm tanda adanya signal kapal pembajak laut. Awalnya, penumpang menganggap hal tersebut guyonan namun ketika semua lampu bahkan tidak ada hiburan sekali diberlakukan barulah mereka menyadari jika kapal sedang mempersiapkan diri dari kemungkinan terburuk diserang kapal bajak laut.
Kejadian ini pertama kali terasa ketika kapal tengah berlayar dari Sydney menuju Dubai. Kemudian melanjutkan perjalanan selama 10 hari di atas Samudra Hindia, Laut Arab, Teluk Aden, dan Kanal Suez.
Posisi Teluk Aden (foto: Supplied)
Sinyal pembajakan didapati kapten ketika melintas di Teluk Aden, di mana kapal melewati negara-negara berbahaya. Dan, pembajak tersebut berasal dari Somalia yang selama ini terkenal memang suka membajak kapal apapun yang melintasi kawasan mereka.
(Baca Juga: Hebat! Pariwisata Indonesia Sabet 3 Penghargaan di Ajang ASEANTA Awards)
Biasanya ketika membajak, kawanan Somalia melakukan hal-hal menakutkan. Berikut ulasannya sebagaimana dikutip dari News.com.au, Kamis (10/8/2017).
Ilustrasi Perompak Somalia (foto: AP)
- Area paling banyak dibajak yakni ketika melewati pantai Somalia, sebuah negara gagal. Di mana negara tersebut sangat susah dan menjadi negara penuh kekerasan di dunia dengan tidak adanya pemerintah atau infrastruktur.
- Mereka menggunakan beragam alat pembajak seperti pisau kecil, pistol lengan hingga tangga menuju kapal.
- Biasanya mereka membajak sekira 4-6 minggu, tetapi satu kapal akan ditahan selama 12 minggu.
Mengantisipasi serangkaian kemungkinan terburuk dari serangan kapal bajak laut di atas. Kapten kapal menyarankan semua penumpang untuk menutup dan mengunci pintu balkon mereka, dan berlindung di koridor.
(Baca Juga: Pulau Piano, Tempat Pertama Musik Klasik nan Romantis Dimainkan)