Nah, bila Anda mengalami gejala sakit maag yang disertai dengan tanda atau alarm penyakit lainnya, harus segera melakukan tindakan medis ke rumah sakit. Itu dilakukan untuk memastikan apakah ada risiko tumbuhnya kanker lambung. Salah satu gejala, penurunan berat badan tanpa sebab, juga perlu diperhatikan lebih lanjut. Sebab, bila penurunan berat badannya disertai dengan keringat malam hari dan badan meriang bisa saja pasien mengalami infeksi kronis atau tumor kelenjar getah bening.
(Baca Juga: Mulai dari Cover Boy sampai Dokter Spesialis Anti-Aging, Ini Perjalanan Hidup si Dr Oz Indonesia, Ryan Thamrin)
Sementara itu, Dr Ari menuturkan, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang terserang gangguan maag. Seperti misalnya konsumsi kopi dengan kafein tinggi, merokok, makanan terlalu asam, kurangnya istirahat, atau stress. Selain dari faktor tersebut, ternyata obat sakit kepala dan obat rematik memiliki peranan penting dalam meningkatkan risiko gejala maag.
(Baca Juga: Inalilahi Wainalilahi Rojiun, Dokter Ganteng Ryan Thamrin Tutup Usia, Ini Penyebab Kematiannya!)
’’Pada beberapa orang, obat-obatan seperti itu akan sangat mudah merusak lambung maupun dinding lambung. Sehingga, luka bisa saja terjadi di sana dan akibatnya adalah terjadinya gangguan maag,’’ kata dia. Kemudian, selain obat sakit kepala dan rematik, obat pelancar darah adan obat yang mengandung vitamin C terlalu banyak juga bisa menimbulkan gejala serupa.
(Renny Sundayani)