PUNYA pasangan tidak kasar secara fisik bukan berarti kejahatan secara emosional yang dia lakukan boleh dibiarkan begitu saja. Memang banyak wanita tak terima bila dikasari, tapi sayang banyak juga yang tidak peka dengan pelecehan secara emosional.
Dilansir dari Yourtango, Minggu (6/8/2017) pelecehan secara emosional bisa dilakukan oleh pria dan wanita. Sayangnya, tak tampak jelas ketika hal itu terjadi. Untuk mengetahui seperti apa kekerasan emosional itu, berikut ciri-cirinya.
Baca Juga: Kalau Pakai Hati, Hal Sepele yang Dilakukan Ibu Berdampak Luar Biasa
Dia murung
Bukan hanya sesekali, tapi sering. Anda tidak pernah tahu keadaan mood-nya , atau apa yang Anda lakukan sering membuatnya kesal, tapi dia selalu yakin itu salah Anda. Akibatnya, Anda menemukan diri seperti berjalan di atas cangkang telur untuk menghindari masalah karena takut dia marah. Sering merasa ketakutan bila di sekitar ada dia.
Baca Juga: Banyak Suami-Istri Bercerai! Pasangan Muda Wajib Pikirkan Syarat Penting Ini Sebelum Menikah
Dia merendahkan
Apa pun yang Anda katakan selalu salah. Dia tidak pernah menentang pandangannya dengan "Saya pikir" atau "Menurut pendapat saya." Dia tidak menunjukkan ketertarikan bagaimana orang lain melihat dunia. Dia mungkin menyebut Anda bodoh atau naif atau sebaliknya mencoba untuk melemahkan harga diri pasanganya. Parahnya di depan umum dia adalah orang yang sangat lemah.
Dia curiga
Dia selalu curiga. Dia bilang Anda melakukan sesuatu untuk menyakitinya. Dia menuduh Anda main mata dengan pria lain, meski tidak pernah terjadi.
Baca Juga: Apakah Cekcok dalam Pernikahan itu Wajar, atau Ada yang Salah dalam Hubungan Anda?
Selalu menyalahkan
Meski sudah mencoba berbicara dengannya tentang masalah dalam hubunga, berulang kali pula dia menyalahkan Anda atas semua kesalahpahaman, mengolok-olok kekhawatiran dan melemparkannya kembali ke wajah Anda.
Anda merasa terjebak
Perasaan Anda sering dilanda "bingung." Itu pertanda tidak bahagia, tapi Anda tidak yakin dengan keadaan itu.
Jika Anda merasakan tanda-tanda seperti yang tertera di atas, ambil langkah bijak. Didiklah diri Anda tentang pelecehan emosional atau psikologis. Carilah nasihat keluarga, teman, ahli agama, forum online, konselor / terapis profesional, dan sumber lain yang terdekat.
Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Suami Istri Lupa Bersenang-Senang?
Ingatlah bahwa perilaku kasar biasanya memiliki pola melingkar, bahkan jika keadaan tampak membaik minggu ini, ketegangan akan segera datang lagi. Jangan berasumsi bahwa semuanya akan menjadi lebih baik dengan sendirinya.
(Vien Dimyati)