USAHA menurunkan berat badan bisa dimulai dari diet. Banyak orang yang memilih untuk menjalani diet Mediterania.
Diet ini terdiri dari sayuran, ikan, dan minyak zaitu. Diet Mediterania juga dipercaya membantu orang bertahan hidup lebih lama sekaligus mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung. (Baca Juga: Ingin Cepat Langsing? Coba Saja Diet Mediterania)
Tapi ternyata, sebuah penelitian baru mengklaim diet jenis ini hanya bisa berhasil pada orang-orang yang memiliki penghasilan dan berpendidikan tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Italia itu melakukan analisis terhadap 19.000 orang yang menjalani diet Mediterania. Peneliti memantau risiko penyakit kardiovaskular pada orang-orang itu termasuk serangan jantung dan stroke. (Baca Juga: Diet Mediterania, Diet yang Tepat bagi Penderita Asam Lambung)
Berdasarkan hasil analisis, diet jenis ini memberikan manfaat dari makanan organik kepada mereka yang kehidupannya lebih baik. Sebab, mereka bisa membeli berbagai jenis sayuran dan memasaknya secara sehat. Mereka lebih memilih untuk merebus sayuran ketimbang memanggangnya. Sedangkan para peneliti tidak melihatkan adanya penurunan risiko penyakit kardiovaskular pada mereka yang tidak kuliah dan penghasilannya kurang dari £ 35.700 per tahun.
“Kebanyakan orang sudah mengetahui manfaat diet Mediterania untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Namun untuk pertama kalinya penelitian yang kami lakukan mengungkapkan posisi sosio-ekonomi berpengaruh terhadap keuntungan kesehatan yang didapat dari diet ini,” tutur penulis utama penelitian, Dr Marialaura Bonaccio dari University of Insubria, Italia seperti yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (2/8/2017).
Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan seseorang yang status sosio-ekonominya tidak terlalu tinggi tidak mendapatkan manfaat dari diet Mediterania. Walaupun dia sudah mematuhi diet yang sama dengan mereka yang sosio-ekonominya tinggi tetap tidak ada pengaruhnya. (Baca Juga: Diet Mediterania Bisa Mengurangi Risiko Serangan Jantung Lho)
Diet Mediterania yang dijalani oleh mereka yang berpenghasilan tinggi mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 61%. Selain itu, mereka yang kuliah di perguruan tinggi pengurangan risikonya adalah 67%.
Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology itu menyatakan pilihan makanan pada seseorang dipengaruhi oleh seperangkat pengetahuan, keterampilan yang baik, dan sumber keuangan yang lebih besar. Orang yang berpenghasilan lebih rendah diketahui lebih memilih menggoreng atau memasak sayuran dan bahan makanan lainnya. Hal itu menciptakan bahan kimia sehingga menyebabkan radang di tubuh dan berpotensi menimbulkan serangan jantung. (Baca Juga: Ingin Langsing Tanpa Tersiksa, Coba Lakukan Diet Mediterania)
Peneliti percaya orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi lebih banyak mengonsumsi sayuran organik yang tingkat antioksidannya lebih tinggi. Makanan itu dianggap bisa mencegah penyakit jantung karena melawan radikal bebas yang berbahaya di tubuh.
(Helmi Ade Saputra)