Peneliti Amerika Serikat Edit Gen Manusia, Apa Tujuannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 31 Juli 2017 11:45 WIB
Ilustrasi (Foto: Japantimes)
Share :

UNTUK pertama kalinya di Amerika Serikat, ilmuwan berhasil mengedit gen embrio manusia. Upaya itu merupakan langkah kontroversial, di mana dampak jangka panjangnya adalah membantu bayi terhindar dari penyakit warisan orangtuanya.

Percobaan ini merupakan latihan sains. Menurut MIT Technology Review, pada penelitian ini mengharuskan embrio tidak berkembang lebih dari beberapa hari dan tidak pernah dimaksudkan untuk ditanamkan ke rahim. Kemudian, salah satu pihak dari Oregon Health & Science University mengkonfirmasi pada Kamis (27/7/2017), tindakan tersebut benar terjadi di sana dan akan mengumumkan hasilnya pada jurnal yang akan dipublikasi segera. (Baca Juga: HEALTHY BABE: Bikin Iri Semua Wanita, Halle Berry Pamer Perut Rata meski Sudah Usia 50 Tahun)

Hal ini dianggap sebagai karya pertama di Amerika Serikat. Walau pada kenyataannya, percobaan serupa sebelumnya pernah dilakukan di China. Berapa banyak embrio yang diciptakan dan berhasil diedit dalam eksperimen tersebut sayangnya belum terungkap. (Baca Juga: Takut Sedot Lemak, Remaja Berbobot 120 Kg Sukses Turunkan 57 Kg dengan Caranya Sendiri)

Pada penelitian kali ini, para ilmuwan Oregon dilaporkan menggunakan teknik yang disebut CRISPR, yang memungkinkan bagian DNA tertentu diubah atau diganti. Tindakan itu seperti menggunakan gunting molekul untuk memotong dan menempelkan DNA, dan jauh lebih tepat daripada beberapa jenis terapi gen yang tidak dapat memastikan bahwa perubahan yang diinginkan akan terjadi persis di tempat dan dengan hasil yang diinginkan. Dengan pengeditan gen, perubahan "germline" ini bersifat permanen dan akan diturunkan ke keturunan si bayi selanjutnya.

Pendekatan ini sangat berpotensi positif untuk menghindari banyak penyakit genetik. Namun, pengeditan gen juga bisa menimbulkan kekhawatiran "bayi rancangan" disalahgunakan untuk menghasilkan sifat yang diinginkan peneliti. (Baca Juga: Sayuran Hidroponik Tinggi Klorofil, Khasiatnya Cegah Anemia dan Lonjakan Kolesterol)

Tahun lalu, Inggris mengatakan beberapa ilmuwannya dapat mengedit gen embrio untuk lebih memahami perkembangan manusia. Dan awal tahun ini di Amerika Serikat tepatnya di National Academy of Sciences dan National Academy of Medicine mengatakan dalam sebuah laporan bahwa mengubah gen embrio mungkin tidak apa-apa jika dilakukan dengan kriteria ketat dan bertujuan untuk mencegah penyakit serius. (Baca Juga: Tawangmangu Kaya Jamu & Tanaman Obat, Konsumsi Daun Sambiloto Ampuh Cegah Diabetes)

"Ini adalah jenis penelitian yang dibahas dalam laporan tersebut," kata bioethicist dari University of Wisconsin-Madison R. Alta Charo. Dia juga yang memimpin panel National Academies tersebut. Dia melanjutkan, tindakan ini adalah pekerjaan berbasis laboratorium murni yang sangat berharga untuk membantu manusia memahami bagaimana seseorang bisa membuat perubahan germline ini dengan cara yang tepat dan aman. Tapi perlu diketahui, ini hanya langkah awal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya