TERBENGKALAI dan terlupakan, begitu kiranya dua kata yang dapat menggambarkan sebuah pulau yang berada di Kepulauan Orkney ini. Selain letaknya yang terpencil di Skotlandia, ternyata kenyataan lainnya dapat membuat pulau semakin terlupakan.
Pulau Eynhallow dulu ditinggalkan oleh para penduduknya karena ada sebuah penyakit epidemi yang terjadi pada abad ke 19 waktu itu. Namun, sekarang tidak lagi begitu. Pasalnya, Pulau Eynhallow sudah dapat dikunjungi kembali. Bahkan, Pulau Eynhallow berguna layaknya kapsul waktu yang dapat menyeret wisawatan ke masa lalu.
(Baca Juga: Daftar Negara yang Masyarakatnya Hobi Jalan Kaki Sampai yang Paling Malas Jalan)
Pulau Eynhallow merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni di Kepulauan Orkney, tepat di sebelah utara daratan Skotlandia. Di pulau tersebut, wisatawan juga dapat melakukan ziarah ditemani dengan banyak ritual, cerita rakyat dan mitos tentang adanya hantu. Wajar saja bila banyak desas-desus yang beredar tentang pulau, karena Eynhallow sudah cukup lama ditinggalkan.
(Baca Juga: Daftar Kota Terbahaya di Dunia, Tujuan Wisata Kamu Urutan Berapa Ya?)
Walau kabar yang terdengar tidak begitu sedap didengar tapi wisatawan tetap antusias ketika datang berkunjung. Sayangnya, wisatawan tidak bisa sewaktu-waktu datang ke Pulau Eynhallow. Pasalnya, Pulau Eynhallow tidak dapat diakses selama 364 hari dalam setahun. Namun, satu hal yang menggembirakan ialah dalam jarak 500 meter dari pulau, wisatawan dapat menginjakkan kaki, dikutip dari BBC, Senin (31/7/2017).
Seperti halnya Atlantis, Eynhallow memiliki banyak misteri. Orang-orang banyak mendengar cerita soal hantu di pulau ini. Menurut legenda yang berkembang di masyarakat sekitar, pulau dihuni oleh roh jahat yang akan membuat pulau lenyap ke udara jika ada orang yang mencoba menginjakkan kakinya di sana.
(Baca Juga: Biaya Hidup di 5 Kota Keren Ini Sekarang Lebih Murah, London Salah Satunya Lho!)
Setelah cerita sejarah tersebut telah tersebar, maka semakin membuat pulau menjadi teka-teki. “Sebuah wabah menimpa pada 1851 yang menyebabkan keluarga yang tinggal di Pulau Eynhallow pergi dari pulau. Setelah dipastikan sudah tidak ada lagi penduduk di pulau, rumah-rumah pun dibongkar. Dan sejak saat itu pulau jadi tidak berpenghuni,” ucap Dan Lee, seorang arkeolog.
(Baca Juga: Situs Kuno Bertuliskan La Ilaha Illallah Ditemukan Dekat Laut Merah)
Sejak evakuasi yang terjadi pada abad 19 pulau Eynhallow telah berubah jadi tempat berkembang biak burung laut, burung teri dan camar. Pulau ini dikelilingi lautan dan pasang-surut air laut. Kicau burung seakan menyambut wisatawan ketika kembali mengunjungi pulau.