BERBICARA tentang legenda, Indonesia memiliki ratusan bahkan ribuan cerita rakyat dari seluruh Nusantara. Salah satu legenda yang cukup terkenal adalah Pulau Kemaro di Palembang, Sumatera Barat.
Pulau yang terletak di tengah perairan Sungai Musi ini dikenal masyarakat setempat sebagai salah satu tempat yang melegenda sampai sekarang. Letaknya sekira 6 kilometer dari Jembatan Ampera dan berada di daerah industri, antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Plaju.
Pulau Kemaro memiliki arti “pulau yang tidak pernah tergenang air”. Walaupun air sungai pasang, pulau ini tidak akan kebanjiran. Melainkan akan terlihat mengapung ketika air Sungai Musi pasang.
Lantas apa legenda yang ada di balik Pulau Kemaro? Rupanya tak jauh-jauh dari kisah cinta seperti kebanyakan legenda di Tanah Air.
Pulau ini menyimpan cerita tentang cinta Putri Fatimah yang merupakan putri raja dari Palembang dengan anak raja dari China bernama Tan Bun Ann. Saat Tan Bun Ann hendak melamar Putri Fatimah, sang raja dari Palembang mengajukan syarat kepadanya agar menyediakan 9 guci berisi emas.
Keluarga Tan Bun Ann pun menyetujuinya dan mengirimkan emas-emas dari negeri China ke Palembang bersamaan dengan pasangan itu. Namun untuk menghindari bajak laut, maka emas-emas di dalam guci tersebut ditutupi dengan asinan dan sayur.
Setibanya kapal pengantar emas ke Palembang, Tan Bun Ann segera menghampiri guci berisi emas-emas tersebut. Tetapi ia merasa marah dan kecewa begitu melihat guci-guci terisi asinan dan sayur.
Akhirnya dengan penuh rasa marah, ia membuang guci-guci tersebut ke Sungai Musi. Namun saat membuang guci terakhir, betapa terkejutnya ia karena terlihat kepingan emas ketika gucinya terhempas ke dinding kapal.
Tan Bun Ann pun merasa menyesal. Akibat rasa penyesalannya tersebut, Tan Bun Ann mengambil keputusan untuk menerjunkan diri ke sungai. Beberapa waktu kemudian, Tan Bun Ann tak juga muncul dan dianggap tenggelam. Melihat kenyataan kekasihnya tenggelam, Putri Fatimah pun menangis.
Sang putri kemudian turut menceburkan diri ke Sungai Musi dan berkata, “Jika ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka itulah kuburan saya”.
Maka muncullah pulau kecil di tengah-tengah Sungai Musi. Penduduk setempat percaya bahwa pulau ini adalah makam dari Putri Fatimah dan Tan Bun Ann.
Pulau Kemaro sendiri saat ini memiliki kelenteng Budha. Pulaunya ditumbuhi dengan pepohonan yang rimbun sehingga membuat wisatawan betah berlama-lama di pulau ini. Untuk berkunjung ke pulau ini, Anda bisa menggunakan transportasi air seperti getek, speed boat, atau kapal wisata.