BAGI seorang ibu atau koki, kegiatan memasak memang jadi kewajiban. Suguhan makanan spesial secara otomatis bisa mengundang kebahagiaan bagi yang menyantapnya. Tapi siapa sangka ternyata proses memasak juga bisa lho jadi sarana pengantar kebahagiaan bagi orang sekitar.
Istilah memasak dengan cinta memang benar adanya, jika mengolah semua bahan makanan sepenuh hati pasti masakan yang dihasilkan juga akan memiliki rasa yang lezat. Dilansir dari Huffingtonpost, Selasa (18/7/2017) berikut keuntungan psikologi dan efek positif yang bisa didapatkan dari kegiatan memasak.
Memasak untuk orang lain adalah bentuk kasih sayang
Makanan adalah kebutuhan semua orang untuk tetap bertahan hidup, Anda yang mengolah makanan untuk diberikan kepada orang lain secara tidak langsung akan merasa sudah membantunya untuk bertahan hidup. Ahli terapi kuliner Michal Avishai mengatakan orang yang memasak untuk diberikan kepada orang lain akan merasa sudah melakukan kebaikan.
Memasak bisa menciptakan ikatan
Jika Anda memasak khusus untuk orang tercinta, pasti Anda akan memeperlakukan semua bahan makanan dengan sangat baik mulai dari mencucinya, memotong dan memasaknya. Semua akan dilakukan dengan perasaan bahagia sehingga tak heran jika masakan yang dihasilkan lezat. Lewat rasa makanan ini dua individu akan saling terikat lewat perasaan. Ingin ikatan yang lebih intim? Cobalah mengolah makanan favorit bersama-sama. Dapur juga bisa jadi tempat romantis lho.
Memasak meningkatkan rasa percaya diri
Memasak bisa jadi ajang mengasah kepercayaan diri. Dengan membuat makanan yang lezat, maka secara otomatis akan banyak orang yang mengucapkan terima kasih dan memuji hasil olahan Anda. Ini jadi satu cara yang bisa membuat percaya diri meningkat berkali lipat. Semakin banyak Anda memasak dan mebagikannya kepada orang lain, maka akan semakin banyak orang yang bahagia dan memuji kemampuan Anda. Makanan juga bisa jadi sarana untuk melakukan pendekatan dengan orang. Kenali kemampuan Anda dan teruslah memasak.
(Santi Andriani)