Legenda Gunung Bromo Mengisahkan Kekuatan Cinta & Pengorbanan Roro Anteng

Annisa Aprilia, Jurnalis
Selasa 11 Juli 2017 06:13 WIB
Segara Wedi di Kawasan Gunung Bromo (foto: Instagram/@anggerarnaliz)
Share :

Melihat Kyai Bima dapat dengan mudah membuat permintaannya, Roro Anteng pun mulai gelisah dan takut. Akhirnya, ia pun memukul-mukul alu agar ayam-ayam bangun dan berkokok.

Tindakan Roro Anteng ternyata tidak sia-sia, ayam-ayam pun bangun, berkokok dan saling bersahutan seakan-akan pagi telah menyingsing. Melihat hari yang hampir pagi, Kyai Bima emosi, kesal, dan marah. Ia melempar batok kelapa hingga batok itu jatuh terlungkup tepat di samping Gunung Bromo dan berubah jadi sebuah gunung yang kini bernama Gunung Batok.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ezar Rachman (@eza.rr) pada Peb 23, 2017 pada 11:19 PST

Atas kegagalan itu, akhirnya Roro Anteng kembali ke pelukan pria yang disayanginya, Joko Seger, dan memulai kehidupan baru dengan menikah. Mereka jadi pasangan suami istri yang bahagia dan saling mengasihi.

Kegagalan lautan yang dibuat oleh Kyai Bima sekarang dikenal dengan Segara Wedi, lautan pasir yang masih bisa dikunjungi hingga kini.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya