Anak Sering Bengong? Hati-Hati Gejala Awal Epilepsi

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 05 Juli 2017 08:12 WIB
Ilustrasi (Foto: Allinahealth)
Share :

MELAMUN atau bengong adalah kegiatan lumrah yang dilakukan anak-anak. Penelitian mencatat, dalam sehari, anak-anak bisa bengong seperempat waktu dari jam sadarnya dia. Jadi, tidak perlu panik bila anak Anda sering bengong.

Tapi, kondisi seruis juga harus diperhatikan. Apalagi pada anak-anak yang durasi dan intensitas bengongnya terbilang tidak normal. Sebab, itu bisa saja sebuah tanda bahwa anak Anda memiliki tingkat risiko epilepsi yang lebih tinggi dibandingkan anak lainnya.

Dilansir dari All in a Health, epilepsi tidak melulu kejang-kejang dan mulut yang mengeluarkan busa. Gejala epilepsi bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan sampai gejala berat. Nah, bengong termasuk ke dalam gejalan ringan masalah ini.

Namun, tidak semua bengong juga didefinisikan sebagai gejala epilepsi. Anak-anak yang saat bengong tidak merespon saja yang bisa digolongkan bengong epilepsi. Anak-anak yang memiliki gejala ini biasanya memiliki kekurangan konsentrasi, baik itu di rumah maupun sekolah. Itu sebabnya, banyak anak-anak dengan epilepsi nilai sekolahnya cenderung paling rendah. Hal tersebut terjadi karena si anak tidak bisa memperhatikan guru dengan baik.

Nah, untuk membedakan mana bengong biasa dengan bengong epilepsi, ada cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengajaknya berbicara secara langsung ketika Anda mendapati si anak sedang bengong.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya