Gegerit, Tari Tradisional Lahat tentang Perjuangan Perempuan Melawan Penjajah

Melly Puspita, Jurnalis
Kamis 15 Juni 2017 19:30 WIB
Tari Gegerit Khas Lahat (foto: Instagram/@yosi_meilin)
Share :

TARI Gegerit, ya masyarakat Kabupaten Lahat menyebutnya gegerit yang berarti lelah atau capek. Tarian asal Kabupaten Lahat ini menceritakan tentang perjuangan kaum perempuan dalam menghadapi penjajahan kala itu.

Tentu sangat berat dan melelahkan sehingga disebut gegerit. Dengan memakai baju adat Lahat berwarna merah marun serta bagian bahunya terdapat kain songket yang menyerupai sayap para penari dengan gaya yang kaku atau cenderung patah-patah.

Bersiaplah terluka meluka . . #penari #tarigegerit #bumisriwijaya #makeuptari

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yosi Meilin (@yosi_meilin) pada Des 5, 2016 pada 4:20 PST

Bagian kepala penari dihias dengan berbagai hiasan, seperti cempako, ayun-ayun, pilis, dan teratai. Tari Gegerit merupakan tari tradisional yang sejak dulu selalu ditarikan secara turun temurun oleh masyarakat Lahat.

Namun, sekarang keberadaannya sudah hampir punah karena makin jarang orang yang mementaskan tarian ini. Meski demikian, beberapa tahun belakangan masih ada orang-orang yang peduli dengan mempelajari dan menggali tarian ini untuk dipentaskan kembali.

Sebagai tarian tradisional, pementasan Tari Gegerit diiringi oleh musik tradisional yang didominasi oleh alat musik pukul, seperti, kenong, dol, dan gendang. Irama yang dihasilkan dari perpaduan alat musik tersebut cenderung motong dan menghentak. Hal tersebut disesuaikan dengan gerak tarian yang kaku dan patah-patah.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya