AJANG tahunan Pesta Kesenian Bali kembali digelar untuk ke-39 kali. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini berpusat di area Art Center, Denpasar, Bali.
Acara pembukaan sendiri akan dilakukan di panggung terbuka Ardha Candra. Sementara acara lainnya digelar mulai 10 Juni sampai 10 Juli 2017 dan akan dilakukan di beberapa tempat yang tersebar di area Art Center, seperti Kalangan Angsoka, Ayodya, dan Ratna Kanda.
Sejauh ini, persiapan panggung utama di area terus dilakukan. Hingga Jumat siang (9/6/2017), terlihat para pekerja sedang merapikan area panggung utama. Panggung terbuka ini memiliki luas bangunan 7.200 meter persegi dengan kapasitas penonton sekira 7.000 orang.
Beberapa kalangan atau pendopo di sekitarnya yang akan digunakan pun sudah mulai dipenuhi dengan atribut khas Bali. Mulai dari janur kuning, bunga, dan beberapa atribut lainnya.
"Persiapan di panggung terbuka dilakukan mulai hari ini. Tapi kalau persiapan secara keseluruhan acara sudah dilakukan oleh masing-masing daerah," jelas Yadnya, Humas Pemerintah Provinsi Bali kepada Okezone di Art Center, Denpasar, Bali, Jumat (9/6/2017).
Pesta Kesenian Bali tahun ini mengambil tema "Ulun Danu" dengan sub tema Melestarikan Air Sumber Kehidupan. Ulun Danu mengandung makna yang mendalam tentang kearifan lokal berupa pengetahuan tentang bagaimana semestinya kita memelihara, memuliakan dan mengelola air sebagai kehidupan, penghidupan, serta sumber peradaban.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Agung Yuniartha berharap acara yang digelar selama satu bulan ini dapat menggaungkan wisata Bali lebih kuat ke dunia. Diharapkan acara ini mampu menarik wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara untuk membantu mencapai target wisatawan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata tahun ini, yakni 5,5 juta wisatawan.
"Kurang lebih perkiraan 200 ribu, karena ini sebuah daya tarik yang sudah kita gelar dari 39 tahun lalu," ujar Agung kepada Okezone.
Pesta Kesenian Bali ke-39 diharapkan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu malam, 10 Juni 2017. Acara ini juga akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani, serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.