Pasalnya, tidak sedikit lansia yang mengalami sakit. Riskesdas 2013 menyebutkan penyakit dengan prevalensi tertinggi di kalangan lansia, antara lain hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes melitus, kanker, dan penyakit jantung koroner. Kemudian diikuti batu ginjal, gagal jantung, serta gagal ginjal.
"Bagaimanapun, usianya di atas 50 tahun, semuanya sudah ada keluhan dan ada penyakit yang muncul di umur tersebut. Kita harus mengantisipasi kejadian tersebut, sehingga tubuh kita pada saat lansia bisa sehat, aktif, dan produktif," ujar Eni.
Ia melanjutkan, dalam upaya mewujudkan lansia yang sehat, Kementerian Kesehatan memulai langkah tingkat nasional. Sementara di tingkat komunitas pemerintah sudah menyediakan layanan posbindu lanjut usia. Kemudian, pada 2.432 puskesmas yang santun lansia dari 9.754 puskesmas. Puskesmas tersebut sudah punya tenaga terlatih untuk menangani lansia. Demikian juga di desa-desa sudah ada posbindu, Eni mengungkapkan.
"Adapun aktivitasnya, kita lebih mengupayakan promotif dan preventif untuk menjaga kebugaran lansia, misalnya senam lansia, kita juga melakukan edukasi supaya nutrisinya memenuhi syarat, kemudian kita memberikan kegiatan yang sifatnya positif seperti kerajinan," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)