SALAH satu warisan budaya Indonesia yakni kain Lurik, selama ini memang lebih banyak diolah untuk menjadi jenis busana formal yang cenderung kaku.
Padahal sejatinya, kain Lurik pun bisa diolah menjadi sederet outfit kekinian dengan cutting dan desain yang sangat urban, fresh, dan sangat berjiwa muda.
Seperti misalnya yang diperlihatkan oleh Elfi Nila dan Acak-Acak, di panggung runway pentas Bali Fashion Trend Spring/Summer 2018. Desainer Elfi Nila, mengusung tema besar Bohemian looks "Art of Lila" dengan menampilkan kurang lebih sepuluh outfit hasil kombinasi dari kain Lurik dan pattern-pattern khas gaya Bohemian seperti tribal dan bunga-bunga.
Sepuluh outfit kain Lurik berwujud Bohemian style dari Elfi tersebut, hadir dalam potongan maxi dress, cape dress, outerwear, bikini, atasan sleeveless dan medium skirt cutting A-line, hingga slim-fit blazer. Dengan dominasi warna coklat tanah dan beige cream yang hangat.
Sementara itu, lini Acak-Acak yang digawangi oleh tujuh orang desainer muda berbakat lulusan sekolah mode ternama, Susan Budihardjo yakni Joselin Wijaya, Ian Diwijaya, Olivia Sembiring, Cindy Kwan, Imme Kristiani Firman, Fattahdilla Mezzaya, dan Febby Herman.
Acak-Acak menampilkan outfit berdesain simple namun mempunyai elemen detail yang cukup rumit. Seperti potongan sambung yang tidak lumrah, potong silang, detail lubang disisipi tali-temali, dan lipitan-lipitan.
Sepuluh outfit bergaya kasual tersebut, ditampilkan dengan tema Hologram yang edgy dalam nuansa warna putih. Dengan dominasi bahan kain tradisional lurik bermotif gerimis, katun, neoprene, poliester, dan silk.