"Dengan menjaga gaya hidup, stop merokok, diet sehat dan seimbang, tensinya sudah turun, sehingga tidak perlu minum obat lagi, tapi cek tekanan darah turin. Karena itu, sebaiknya punya alat tensi di rumah kalau pernah hipertensi," jelas dr Ari.
Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, dr Lily S. Sulistyowati, MM menambahkan, penderita hipertensi atau keluarganya sebaiknya tidak menjadi ''dokter'' sendiri. Artinya, baik penderita maupun keluarga jangan mempunyai anggapan sendiri mengenai konsumsi obat jangka panjang.
"Prinsipnya kita jangan menjadi ''dokter'' sendiri, dengan beranggapan obat tertentu menyebabkan ginjal rusak, tetapi bertanyalah kepada yang ahlinya," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)