SEJAK lama wisatawan tahu ikonik Yogyakarta yang melegenda yaitu kawasan Tugu, Jalan Malioboro, hingga kawasan titik 0 kilometer yaitu gedung bank negara. Coba susuri di malam hari, karena suasana khas kotanya jadi terasa banget!
Okezone merindukan momen itu, saat berkunjung ke Yogyakarta kesekian kalinya. Bahkan, di malam hari suasananya tenang seperti gambaran lagu yang dinyanyikan oleh Kla Project.
(foto: Dewi Kania/Okezone)
Belum lagi, destinasi ikonik Kota Gudeg yang sudah dikenal dunia itu saat ini tertata amat rapi. Hiruk pikuk wisatawan yang menghabiskan waktu di Malioboro terutama, selalu bikin rindu.
Meski jalan kaki menyusuri kawasan tersebut sejauh kira-kira 2 kilometer tidaklah terasa. Karena diri kita terlindung dari sinar matahari yang membuat malas beraktivitas.
Malam-malam jalan kaki di kawasan itu menyusuri lorong pedagang yang berada di trotoar Jalan Malioboro sangat nyaman. Semuanya ditata rapi dan jalan menjadi tidak sempit.
(foto: Dewi Kania/Okezone)
Bahkan, kini banyak kafe modern di sisi besar yang bersaing merebut pelanggan. Semua orang tumpah ruah di kawasan Malioboro.
Ada beberapa perempatan atau pertigaan di sana. Sebut saja Jalan Dagen, Jalan Sosrowijayan, Jalan Pajeksan, dan lainnya. Tak lama, kaki sudah melangkah di seberang Pasar Beringharjo.
(foto: Dewi Kania/Okezone)
Semakin mendekati titik 0 kilometer, tepat di depan Museum Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Semakin malam, hiruk pikuk pengunjung tambah ramai.
Coba istirahat sejenak di titik itu, sembari menikmati suasana malamnya Yogyakarta yang sungguhan. Bahkan, karena menempuh waktu lama, sehabis jalan kaki jauh, tubuh tak berkeringat.
Anda jadi lebih nyaman, dibandingkan menghabiskan waktu di Malioboro di siang hari. Nantinya, ketika pulang liburan dijamin ketagihan dan rindu ingin kembali ke lokasi tersebut malam hari.
(foto: Dewi Kania/Okezone)