Dia merasa tidak aman
Jauh di lubuk hatinya, dia merasa bahwa dia terlalu muda, terlalu tua, terlalu gemuk, terlalu kurus, terlalu miskin, terlalu bodoh, atau terlalu menginginkan apa pun yang diinginkan. Dia menggunakan cara menggoda, pornografi, dan seks di luar nikah sebagai cara agar merasa lebih baik tentang dirinya sendiri, untuk meyakinkan dirinya bahwa dia masih diinginkan, bermanfaat, dan "cukup baik."
Dia punya harapan yang tidak masuk akal
Dia meyakini bahwa pasangannya harus memenuhi setiap kebutuhan seksual dan emosionalnya, 24/7, tanpa gagal. Dengan cara narsistik dan fokus pada dirinya sendiri, dia tidak mengerti bahwa pasangannya mungkin punya banyak prioritas (anak-anak, pekerjaan, rumah, keuangan) di samping hubungan itu sendiri.
(Vien Dimyati)