ANAK yang sudah terlanjur mengalami berat badan kurang, sebisa mungkin harus dinaikkan jumlahnya. Cara menanganinya juga harus secara individual dan orangtua diminta tidak terburu-buru agar berhasil.
"Menangani berat badan yang sudah kurang harus secara individu dan follow up-nya harus tepat. Tapi jangan diburu-buru," ucap Spesialis Konsultan Tumbuh Kembang Anak Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Ketika menangani anak dengan berat badan kurang, dokter dan orangtua juga harus mengecek tinggi badan anak, serta lingkar kepalanya. Cara lain, pola makan dan pola tidur anak juga harus dipantau selama program menaikkan berat badan.
Bila berat badannya kurang, menurut dr Wawan, anak masih terlihat sehat dan aktif, masih tergolong cukup normal. Sebaliknya, jika anak tampak ada gangguan kesehatan, orangtua harus waspada.
"Berat badan kurang, tapi dia sehat dan perkembangan normal, bisa dinaikkan sealami mungkin. Tetapi kalau memang berat badan kurang dan mengancam kesehatan, dokter akan menghitung pola makan dan keseimbangan tidur," paparnya.
dr Wawan juga menegaskan, jika menghadapi berat badan kurang juga harus dilakukan individual. Setiap anak punya masalah besarnya sama, tetapi cara menanganinya harus berbeda.
"Paling benar memperlakukan anak itu individual. Jangan memberikan satu tindakan dari satu pengukuran. Kita lihatnya tren, yang baik pasti bukan berhasil cepat-cepat, tetapi melihat pasti beratnya si anak naik," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)