KEJANG akibat epilepsi sering kambuh di malam hari saat pasien tidur. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Dijelaskan Spesialis Bedah Saraf Prof Dr dr Zainal Muttaqin SpBS PhD dari RS Kariyadi Semarang, kejang epilepsi sering kambuh saat pasien tidak sadar atau otak sedang istirahat. Karena kondisinya itu tak dapat dilawan, sehingga kejang bisa muncul saat itu.
"Kejang munculnya karena kerusakan sel di otak. Kalau pasien epilepsi bisa melawan kejang pas siang hari atau pas dia sadar, lalu beraktivitas. Sementara di malam hari, otaknya istirahat, jadi enggak ada rasa ingin melawan kejang," ujar dr Zainal saat ditemui di RS Bunda Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Ketika kondisi pasien sadar ingin melawan kejang, biasanya refleks tubuhnya menciptakan rasa sakit agar batal kambuh. Misalnya orang dengan epilepsi (ODE) itu menggigit pensi atau menekan kukunya sampai terasa sakit.
Sementara saat pasien hilang kesadaran di waktu tidur, pasien tak ada rasa ingin melawan kambuhnya epilepsi. Maka tak heran, di saat tertidur pulas, pasien epilepsi tiba-tiba kejang.
"Kalau tidur tiba-tiba kejangnya kambuh, keluarga atau teman di dekatnya jangan panik. Kejang ini bisa hilang sendiri dalam hitungan detik. Proses ini alami, karena otak tidak melawan terjadinya kejang saat tidur atau hilang kesadaran," simpulnya.
(Helmi Ade Saputra)