2. Operasi pengangkatan jaringan kulit
Sebuah pisau bedah dipakai untuk menyayat dan mengangkat area kulit yang bertato, setelah itu tepi kulit sayatan disatukan dan dijahit agar kembali merekat. Sebelumnya, area kulit dibuat mati rasa dengan suntikan obat bius lokal.
Setelah operasi, area sayatan diberi salep antibakteri untuk membantu proses penyembuhan. Metode ini dianggap efektif dalam menghilangkan tato, namun bisa menimbulkan bekas luka pada kulit sehingga biasanya operasi pengangkatan jaringan kulit hanya untuk menghilangkan tato permanen berukuran kecil.
3. Dermabrasi
Metode ini menggunakan perangkat yang memiliki roda atau sikat abrasive yang bisa berputar dengan kecepatan tinggi. Kemudian, kulit bertato diampelas hingga ke lapisan kulit lebih dalam menggunakan roda atau sikat tersebut.
Proses ini bertujuan memudarkan warnanya. Agar tidak terasa sakit, sebelumnya area kulit yang bertato dibuat mati rasa.