MASIHKAH Anda ingat jika Maluku terkenal dengan penghasilan Pala di zaman Belanda dulu? Bahkan, VOC menjadikan salah satu daerah seperti Banda Neira sebagai kawasan jalur rempah.
Nah, di Banda Neira sendiri tak hanya pusat kota Banda saja yang dijajah, tetapi ada Pulau Ai yang menjadi surganya tanaman biji pala di Indonesia. Bahkan Belanda mendirikan perkebunan di sana, di antaranya ada West Clip, Welvaren, Weltevreden, Matalengo, Kleinzand dan Verwachting. Namun sekarang hanya sisa-sisa bangunan yang sudah hancur saja.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Reza Sandhya (@rezasandhya) pada Mar 11, 2017 pada 12:43 PST
Di sanalah, pusat komoditi ekspor juga dilakukan, sebab biji pala di Indonesia terkenal hingga ke ujung bumi. Tak hanya itu, produksi biji palanya juga dikenal sangat mahal, dan beharga di mana, daging, kulit, hingga bijinya pun memiliki nilai yang cukup fantastis.
Awalnya, pala ini dikenalkan oleh saudagar dari China yang membawa hasil rempah pala ke negerinya dan kemudian dikenal oleh seluruh bangsa. Dari sanalah, Portugis hingga Belanda berbondong-bondong masuk ke Tanah Air melalui Maluku.
Namun, sekarang Pulau Ai merupakan salah satu destinasi yang wajib banget Anda sambangi karena keindahannya sungguh luar biasa. Di mana air biru yang tenang, serta hangatnya mentari bisa dirasakan di sana.
Untuk menyeberang pun Anda hanya perlu membayar sekira Rp15 ribu dari Banda, dan akomodasi pun Anda hanya perlu keluarkan dana sekira Rp250 ribu semalamnya dengan menginap di guest house. Anda pun bisa menikmati kesempurnaan laut Indonesia Timur.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Shela Wahono (@shelilo) pada Nov 1, 2016 pada 6:55 PDT
(Fiddy Anggriawan )