Yuk, Jelajahi Jalur Rempah di Banda Neira

Tentry Yudvi, Jurnalis
Rabu 12 April 2017 10:30 WIB
Ilustrasi Benteng Belgica di Banda Neira (foto: Jozinho/TripAdvisor)
Share :

BANDA Neira di Provinsi Maluku selama ini hanya terkenal di kalangan pecinta diving saja. Padahal, bangsa ini patut melestarikan dan menjaga kawasan tersebut, karena di sinilah para penjajah menguras rempah-rempah milik Indonesia.

Mungkin, sebagian dari Anda lupa dengan kisah sejarah Banda Neira yang merupakan pintu masuk para penjajah menuju Indonesia. Dari sanalah penjajah menguasai rempah-rempah Indonesia ketika Perang Dunia ke II.

Di Abad ke 19, Banda Neira terkenal dengan produksi rempahnya yang banyak, terutama biji pala yang menjadi ciri khas rempah Indonesia. Dan, ketika itu, rempah sedang dicari seluruh penjuru dunia untuk dijadikan komoditi mereka, sehingga Banda Neira disebut sebagai jalur rempah oleh Belanda.

Biji pala yang dijual bahkan harganya hampir setara dengan emas, sebab tanaman tersebut memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Jadilah Belanda menjadikan biji pala sebagai penghasilan terbesar, dan juga termahal.

Tak heran jika pergi ke Banda Neira Anda akan disambut dengan bangunan-bangunan khas kolonial seperti Istana Mini Neira, dan Benteng Belgica. Dari sinilah, orang di Timur saat itu diboyong ke Batavia untuk dijadikan budak para kolonial.

Namun, kini destinasi yang satu ini bukan lagi terkenal sebagai kawasan rempah rempahan, melainkan sebagai spot menyelam paling keren, karena terdapat 22 lokasi penyelaman dengan pengalaman berbeda-beda. Sisa peninggalan seperti bangkai kapal Jepang pun bisa ditemukan di sini.

Tak hanya itu, laut Banda Neira juga kaya dengan kekayaan alam bawah lautnya, di mana banyak biota laut yang unik dan juga antik yang bisa ditemukan di sana. Selain itu, Anda pun bisa menemukan mamalia seperti paus ketika menyelam di sana. (fid)

(Hessy Trishandiani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya