SEBUAH temuan baru mengungkapkan dengan penyakit celiac mungkin lebih cenderung didiagnosis dengan gangguan makan anoreksia nervosa.
Penulis studi, dr Karl Marild, mengatakan sebelummnya terdapat laporan khusus yang melaporkan bahwa pasien dengan penyakit celiac mengembangkan gangguan makan, setelah mereka didiagnosis memiliki penyakit celiac.
Anoreksia nervosa adalah gangguan emosional makan yang melibatkan keinginan obsesif menurunkan berat badan. Mereka cenderung menolak untuk makan demi penurunan berat badan.
Sementara penyakit celiac merupakan gangguan autoimun, di mana konsumsi protein gluten dalam gandum menyebabkan kerusakan usus kecil. Sehingga pasien mengalami masalah penyerapan nutrisi.
Kedua gangguan ini terkadang memiliki gejala yang sama, seperti kelelahan, masalah pencernaan, ketidaknyamanan setelah makan, penurunan berat badan yang berlebih, dan tidak mampu menyerap nutrisi tertentu.