DALAM merayakan Hari Nelayan Nasional, biasanya para nelayan di sekitar Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, melakukan upacara Labuh Saji. Sebagai bentuk syukur kepada Sang Hyang Widi karena kesejahteraan yang didapat, lalu apa itu Labuh Saji?
Dalam upacara syukuran tersebut biasanya akan ada pawai Nyi Putri Mayangsagara, sebagai bentuk penghormatan. Sebab, pada abad 15, putri tersebut memberikan kesejahteraan pada para nelayan.
Hari nelayan yg ke 57 #pelabuhanratu#2017
Sebuah kiriman dibagikan oleh sellymey05 (@shellymeyniar) pada Apr 5, 2017 pada 10:06 PDT
Labuh saji sendiri berawal dari Nyi Putri Mayangsagara yang memberikan bingkisan ke Nyi Roro Kidul sebagai penguasa laut. Hal ini dilakukan untuk membuat nelayan mendapatkan hasil melimpah, sehingga hidup mereka bahagia.
Setiap tahunnya, akan hadir pawai sepasang ayah dan putri yang menggambarkan Mayangsagara dan ayahnya Bagus Setra. Kemudian mereka akan diarak dari Pendapa Kabupaten Sukabumi menuju Dermaga Pelabuhan Ratu.
Sesampainya di dermaga, kemudian upacara dilanjutkan dengan melemparkan Labuh ke laut untuk Nyi Roro Kidul agar hasil laut melimpah. Tentu saja ini menjadi sorotan dunia ketika Hari Nelayan Nasional karena upacara yang cukup unik.
(Fiddy Anggriawan )