Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek mengajak masyarakat untuk menekan tingginya angka rujukan layanan sekunder. Caranya, cukup mendatangi Puskesmas, tanpa perlu langsung ke Rumah Sakit jika hanya mengalami sedikit masalah kesehatan.
"Misal sakit belekan (mata merah/radang), tidak perlu mendatangi dokter spesialis di rumah sakit spesialis mata. Cukup ke Puskesmas bisa terlayani dengan baik," katanya saat membuka seminar nasional bertajuk Pelayanan Kesehatan Primer yang dihelat Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, Senin (3/4/2017).
Di berbagai negara maju, rata-rata angka rujukan ke layanan skunder hanya sekira 5 persen. Sementara di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian menunjukan angka 80 persen. Di ASEAN, status kesehatan masyarakat Indonesia di bawah Vietnam, setara dengan Laos, Myanmar, Kambodja, dan Timor Leste.
Untuk itu, Menkes menekankan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer. Peningkatan sumber daya manusia dan juga peralatan medis di puskesmas penting untuk ditingkatkan. Sehingga, layanan skunder tidak melonjak yang berimbas pengeluaran anggaran dapat ditekan.
Dokter, kata dia, tugas utama tak sekedar mengobati pasien yang menderita sakit. Namun, memberi edukasi, pemahaman, dan juga menjelaskan dengan detail apa saja yang akan dilakukan dokter terhadap pasien. Begitu juga alternatif solusi serta tata cara agar terhindar dari penyakit tersebut.