MENGETAHUI gejala meningitis, termasuk meningitis babi, mungkin sulit diidentifikasi secara kasat mata. Adapun yang mengatakan bahwa gejala meningitis babi menyerupai demam berdarah. Padahal, ada gejala khusus yang bisa Anda ketahui.
Meningitis babi disebabkan oleh meningitis streptococcus suis (MSS). Dr dr Wawan Mulyawan, SpBs, spesialis bedah saraf konsultan, menyebutkan bahwa bakteri ini ditularkan dari babi yang memiliki bakteri ini kepada manusia.
Ia menjelaskan, babi yang mengalami infeksi hebat, akan menyerang ke seluruh organ tubuhnya. Kemudian ditularkan kepada manusia baik melalui konsumsi daging babi tidak matang, maupun kontak saat mengolah daging mentah. Inilah yang berpotensi pengembangan meningitis atau radang selaput otak pada manusia.
"Gejala umumnya tidak hanya meningitis babi, meningitis karena kuman lain gejalanya relatif sama. Seperti demam tinggi, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran. Si pasien mungkin enggak sampai pingsan, tetapi hanya mengantuk. Bisa juga hingga koma dan akhirnya meninggal," jelas dr Wawan saat dihubungi Okezone, Selasa 14 Maret 2017.
Apa yang dimaksud kaku kuduk? Dr Wawan mengatakan, kaku kuduk terjadi ketika pasien sulit menekuk lehernya ke bawah atau menunduk. Ada rasa nyeri pada area leher ketika ia berusaha menundukkan kepalanya. Hal ini disebabkan infeksi selaput otak memengaruhi sumsum tulang belakang.