BALI kembali digegerkan dengan wabah meningitis babi atau meningitis streptococcus suis (MSS). Kabupaten Tabanan menjadi salah satu wilayah yang terduga penularan meningitis babi.
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr Nyoman Suratmika, MKes, menyebutkan beberapa gejala yang sekiranya mirip dengan gejala penyakit demam biasa. (Baca: Waspada Penyakit Meningitis Babi, Kenali Gejalanya!)
"Imbauan kepada masyarkat, penyakit meningitis ini disebabkan oleh bakteri streptococcus. Sebenarnya, dia itu gejala infeksi pada umumnya antara lai panas atau demam," jelas dr Nyoman saat dihubungi Okezone melalui telefon, Senin 13 Maret 2017.
Ia melanjutkan, ketika meningitis babi menyerang ke otak, gejala lain yang timbul dapat menyebabkan kejang, lumpuh, hingga ganguan pendengaran. Bila warga menemui gejala seperti yang telah disebutkan, dr Nyoman menganjurkan masyarakat untuk segera pergi ke puskesmas terdekat. (Baca: Terduga 3 Warga Tabanan Terjangkit Meningitis Babi)
"Bagi masyarakat yang curiga dengan adanya gejala itu di puskesmas akan dideteksi. Streptococcus ini dengan antibiotik di Puskesmas bisa disembuhkan. Dalam waktu 5 hari bisa sembuh," terangnya..
Namun, kasus meningitis babi yang mulai merambah Kabupaten Tabanan baru terduga. Dr Nyoman mendapat laporan dari rumah sakit di Tabanan terdapat 3 pasien yang mengeluhkan gejala serupa. Ia masih menunggu perkembangan dan hasil laboratorium soal penyebaran meningitis babi.
"Dan yang ini pun baru diduga. Kalau ada hasilnya, akan kita informasikan," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)