Kampung Adat Bena dan Gunung Inerie, NTT (foto: Instagram/@pamtravellingtheworld)
NUSA Tenggara Timur (NTT) memiliki beberapa kawasan gunung yang masih aktif, seperti Gunung Inerie yang memiliki ketinggian 2.245 mdpl. Di kawasan gunung ini pun masih terdapat kampung adat yang memiliki peninggalan jejak budaya megalitikum, yaitu Kampung Adat Bena.
Dikutip dari beberapa sumber, Kampung Bena adalah salah satu dari desa tradisional Flores yang menjadi wajah Kahupaten Ngada masa lalu. Keaslian jejak budaya megalitikum masih tampak dari bangunan rumah penduduk dan perangkat budaya yang megah berdiri di halaman kampung, serta tradisi yang berlangsung turun temurun.
Kampung Adat Bena dan Gunung Inerie (2.245 mdpl) Photo by @rigaud.frederic Bertengger dengan berporoskan pada Gunung Api Inerie (2.245 mdpl), Kampung Bena yang berada di Nusa Tenggara Timur adalah salah satu dari desa tradisional Flores yang masih meninggalkan jejak-jejak budaya megalith di masa lampau. Bena adalah wajah Kabupaten Ngada masa lalu. Keaslian masih tampak dari bangunan rumah penduduk dan perangkat budaya yang megah berdiri di halaman kampung serta tradisi yang berlangsung turun temurun . Kampung Bena merepresentasi kehidupan dan kebudayaan masa lampau yang tidak banyak berubah. Terdapat 9 suku yang menghuni sekitar 40 unit rumah, yaitu: suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Ngada, suku Khopa, dan suku Ago. Saat kita menjejakkan kaki di beranda depan Kampung Bena, maka tersaji pemandangan rumah adat beratap serat ijuk berjejeran nampak berumpak-umpak. Selain itu kita juga dapat dibuat takjub oleh hamparan bebatuan megalith tertata untuk upacara adat dengan formasi yang memukau. Berada di Kampung Bena waktu seakan terhenti, dimana kehidupan dari masa lampau masih dapat di nikmati. Keberadaan kampung Bena tentu tak dapat terpisahkan dengan sang piramida alam, Gunung inerie. Sejak dahulu warga kampung Bena menganggap bahwa gunung, batu, dan hewan-hewan harus dihormati dan dijaga, karena mereka juga bagian dari kehidupan. (Ref : koepang.com) #gunungindonesia #inerie
Sebuah kiriman dibagikan oleh GUNUNG INDONESIA (@gunungindonesia) pada Mar 9, 2017 pada 5:40 PST
Kampung Bena memiliki penduduk yang terdiri dari 9 suku, yaitu Suku Dizi, Suku Dizi Azi, Suku Wahto, Suku Deru La ulewa, Suku Deru Solamac, Suku Ngada, Suku Khopa, dan Suku Ago. Saat ini, sekiranya ada 40 rumah yang menyajikan pemandangan rumah adat beratap serat ijuk berumpak- umpak.
Selain itu kita juga dapat dibuat takjub oleh hamparan bebatuan megalit yang tertata untuk upacara adat dengan formasi yang memukau. Keberadaan kampung Bena tentu tak dapat terpisahkan dari Gunung Api Inerie.
Sejak dahulu warga Kampung Bena menganggap bahwa gunung, batu dan hewan hewan harus dihormati dan dijaga, karena mereka juga bagian dari kehidupan.
(Fiddy Anggriawan )