JIKA melipir ke Lombok, jangan lupa bermain di desa wisata Sade. Di sana Anda akan mendapatkan banyak pelajaran budaya dari kehidupan suku Sasak.
Desa Sade memang sudah lama menjadi desa wisata di Lombok. Kehadirannya, menarik turis asing untuk belajar dan mengenali keragaman etnis di Indonesia. Tradisi unik yang jauh dari sentuhan modern menjadikan Desa Sade sangat layak disambangi.
Di Desa Sade Anda akan mengenal garis keturunan satu ibu dan satu bapak, di mana sebanyak 700 lebih penduduk menikah masih dalam satu aliran darah. Tentu saja, ini untuk mempertahankan keturunan nenek moyang.
Tak hanya itu, Suku Sasak di Desa Sade ini juga menjadi suku terlama yang masih bertahan sejak abad 15. Di mana saat itu, orang Sasaklah yang menduduki wilayah Lombok dan sekitarnya.
Suku Sasak juga terkenal dengan kain tenun hasil produksi wanita desa. Warna-warni cerah yang menggambarkan kekayaan alam Nusa Tenggara Barat menjadi hiasan dalam kain tenun yang mereka buat.
Uniknya, kain tenun dibuat oleh wanita saja, sebab, pembuatan kain melekat dengan budaya pernikahan mereka. Di mana, wanita tidak diizinkan menikah sebelum bisa menenun. Hal ini dikarenakan pihak wanita harus memberikan 15 lembar kain tenun untuk mempelai pria.
Begitulah gambaran singkat di Desa Sade yang menjadi rajanya desa wisata di Lombok. Belajar budaya, sembari menikmati keindahan Lombok tak ada salahnya kan?