Para ilmuwan menemukan, perbaikan signifikan dalam motilitas sperma dan morfologi pada tikus yang mengonsumsi diet mengandung 19,6 persen kalori dari kenari (setara 70 gram per hari) dibanding dengan tikus yang tidak mengonsumsi kenari. Motilitas sperma dan morfologi adalah penanda kaulitas air mani, yang merupakan prediktor kesuburan pria.
"Apa yang menarik adalah kami menemukan, makan kenari sebenarnya dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, kemungkinan dengan mengurangi kerusakan peroxidative di sel sperma," tutur Patricia A Martin-Deleon dari University of Delaware yang dikutip Zeenews, Jumat (3/3/2017).
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami nutrisi tertentu dalam kenari yang dapat berkontribusi untuk perbaikan ini, tapi temuan ini menunjukkan bahwa kenari mungkin bermanfaat bagi kesehatan sperma," Tambah Martin Deleon.
Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya yang menunjukkan, makan 75 gram kenari per hari meningkatkan vitalitas sperma, motilitas dan morfologi pada pria.
(Helmi Ade Saputra)