KUNJUNGAN kenegaraan Raja Saudi Arabia yakni Raja Salman beserta rombongan 25 orang pangeran dan 10 perdana menteri ke Indonesia, memang menjadi fenomena tersendiri.
Selain paras tampan para pangeran yang ramai dibicarakan netizen di sosial media. Gaya busana dari Raja Salman dan para pangeran tampan tersebut juga menjadi topik hangat pembicaraan banyak kalangan.
Tahukah Anda bahwa busana khas pria Arab tersebut disebut dengan nama Bisht yang berasal dari bahasa Persia, sebagaimana dikutip Arabnews, Kamis (2/3/2017) bisht pertama kali dibuat dengan dijahit tangan di Persia, lalu kemudian masuk dan terkenal di Tanah Arab ketika para pembuat Bisht ini datang ke Saudi Arabia untuk ibadah Haji ataupun Umrah.
(Foto: Reuters)
Bisht sendiri adalah busana tradisional khas pria Arab berupa jubah panjang yang dikenakan sebagai lapisan kedua setelah mengenakan thobes atau busana gamis sebagai outfit pertama. Bisht biasanya terbuat dari material bahan wool, yang hadir dengan variasi warna-warna basic seperti putih, beige, krem, coklat, abu-abu, dan hitam.
Disebutkan bahwa busana bisht ini hanya dikenakan para pria Arab untuk kesempatan spesial, seperti perayaan pernikahan, festival, pesta kelulusan, dan perayaan Hari Raya Idul Fitri, serta spesial occasion lainnya. Jubah spektakuler ini menjadi pilihan busana formal para politisi, tokoh-tokoh terpandang, dan pria-pria dengan kasta sosial yang tinggi di Tanah Arab, sehingga bisht atau jubah tradisional ini menjadi penanda status dari pemakainya.
Dalam proses pembuatannya, ada tiga tipe embroidery yang diaplikasikan. Yaitu jahitan benang emas, jahitan benang silver, dan jahitan sutra. Jubah hitam dengan jahitan emas disebutkan menjadi bishts yang paling populer, setelahnya baru jubah dengan jahitan krem dan putih. Generasi kaum Adam Arab yang lebih muda lebih suka mengenakan bisht berwarna biru, abu-abu, dan maroon. Sedangkan generasi yang lebih tua dan berumur, lebih favorit mengenakan bishts hitam, coklat, dan krem.
(Foto: Reuters)
Untuk harga, jangan salah loh meskipun hadir dengan desain yang sekilas mata terlihat simpel. Harga yang dibanderol untuk bisht ini biasanya mulai dari 100 Dinar atau sekira Rp350 ribu hingga 200 ribu Dinar atau sekira Rp712 juta. Bisht handmade termahal biasanya dibuat untuk kalangan tertentu, yakni keluarga kerajaan, politikus, dan para keluarga ningrat.
Ada tiga desain utama dalam pembuatan bisht, yakni Darbeyah, Mekasar dan Tarkeeb. Darbeyah terbuat dengan jahitan tangan dengan zari embroidery dan pattern tradisional, dan bergaya segi empat serta longgar.
Mekasar atau biasa disebut Gasbi, hadir dengan desain embroidery sutra, lalu terakhir Tarkeeb yang hadir dengan desain ala Darbeyah namun dengan desain zari embroidery emas. Cara pakai bisht yang memiliki desain dua buah lengan ini, bisa dipakai hanya dengan mengenakan satu bagian lengan saja dan bagian lainnya dibiarkan menjuntai longgar atau dimasukkan erat ke satu sisi tertentu.