MESKI bentuknya tidak sama seperti saat ini, sushi sebetulnya telah ada sejak beberapa abad lalu. Makanan tersebut telah mengalami beberapa evolusi hingga akhirnya menjadi salah satu makanan terpopuler di dunia.
Sejarah sushi
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:34.53125% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BRF5j-qBMRf/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Мастер Жигулев (@master_zhigulev)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-03-01T10:29:08+00:00">Mar 1, 2017 at 2:29am PST</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
Dilansir dari Sushifaq, Rabu (1/3/2017), sushi pertama kali dibuat oleh penduduk asli China pada abad kedua sebelum masehi. Awalnya, sushi muncul berkat kebiasaan penduduk China yang kerap mengawetkan makanan.
Pada saat itu, ikan sengaja ditempatkan didalam beras sebagai proses fermestasi. Cara ini memungkinkan seseorang untuk menjaga kondisi dan rasa ikan selama beberapa waktu. Ketika ingin menyantapnya, buang beras dan ikan pun siap untuk disantap.
Seiring berjalannya waktu, metode ini berhasil menyebar ke seluruh daratan China, hingga ke Negeri Sakura Jepang. Mereka mengambil konsep tersebut dan memodifikasinya lebih lanjut.
Awalnya, hidangan yang disajikan hanya berupa nasi dan ikan saja. Namun, pada awal abad ke-18, distrik Matsumoto Yoshiici Edo (sekarang bernama Tokyo) mulai membumbui nasi dan ikan dengan cuka anggur. Hal ini memungkinkan para pembeli untuk langsung menyantapnya, tanpa harus menunggu berbulan-bulan seperti yang dilakukan penduduk asli China.
Evolusi sushi
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50.0% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BRF37fNg04H/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Helene Andreasen🍣 (@helene_andreasen)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-03-01T10:14:52+00:00">Mar 1, 2017 at 2:14am PST</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
Pada awal abad ke-19, seorang pria bernama Hanaya Yoheii melakukan sebuah perubahan besar dalam proses pengolahan dan penyajian sushi. Ia tidak lagi membungkus daging ikan dengan nasi, Yohei justru menyajikan potongan daging ikan segar di atas sepotong nasi berbentuk persegi panjang.
Teknik tersebut dikenal dengan sebutan ‘nigiri sushi’ atau ‘edomae sushi’. Hingga saat ini, hampir seluruh restoran sushi di Jepang menyajikan produk mereka dengan teknik tersebut.
Dulunya, sushi banyak dijajakan oleh warung-warung di pinggir jalan sebagai camilan ringan saja. Oleh karena itu, makanan ini dikenal sebagai makanan cepat saji pertama yang ada di Jepang.
Setelah Perang Dunia II berakhir, warung sushi mulai banyak ditutup, dan ada juga yang dipindahkan pada kawasan yang lebih layak dan bersih. Konsepnya pun mulai berubah. Lebih banyak tempat duduk formal yang disediakan, dan secara tidak langsung, cara ini juga berhasil mengubah mindset semua kalangan bahwa sushi menjadi salah satu makanan ‘mewah’ yang ada di negara tersebut.
Sushi modern
Kini, sushi tidak hanya dikaitkan sebagai salah satu makanan tradisional Jepang, makanan ini mulai berevolusi ketingkat yang lebih modern, dan bahkan jauh lebih kompleks.
Sudah banyak pengaruh budaya Barat yang melahirkan gaya pengolahan sushi terbaru. Sebut saja california rolls. Ini merupakan jenis sushi modern (fusion) yang dapat ditemukan di restoran-restoran sushi kelas atas.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50.0% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BRF4Uj6FJkM/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Evergreen Sushi (@evergreenzgb)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-03-01T10:18:17+00:00">Mar 1, 2017 at 2:18am PST</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
Mengingat permintaan pasar begitu tinggi, perkembangan sushi diprediksi akan terus berlangsung. Bahkan, masih banyak orang yang tertarik untuk bersantap di restoran tradisional sushi. Karena pada dasarnya, setiap restoran memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing.