"Karena cantik sekali Putri Mandalika itu diperebutkan oleh tiga keraton, dan membuatnya stress. Akhirnya ia memilih untuk bunuh diri di laut," jelas Udin warga sekitar Mandalika kepada Okezone.
Kemudian selang lama bunuh diri, hadirlah cacing warna-warni di balik karang-karang sehingga orang Sasak menyakinkan jika sosok itu merupakan bentuk lain dari Putri Mandalika.
"Cacing ini juga dipercaya bisa menyuburkan tanah sehingga bisa membuat hasil panen melimpah, tapi bergantung dengan ukuran cacing dan kesuburan cacingnya, jelasnya.
Selarang, perayaan Bau Nyale itu sudah dijadikan alat promosi negara untuk menarik antusias wisatawan asing dan nusantara. Oleh karena itu, Bau Nyale sendiri dikemas dengan bentuk festival, di mana banyak acara yang identik dengan Bau Nyale dihadirkan setiap tahun.
Dalam perayaan menangkan cacing ini, masyrakat Lombok akan berkumpul sejak pukul 05:00 WIB, dan pergi ke karang-karang di lautan untuk menemukan cacing. Setelah cacing ada, kemudian biasanya digunakan untuk dibuat pepes dan disantap.
Sebuah kiriman dibagikan oleh ð Ines (@dewi_inez) pada Peb 16, 2017 pada 2:01 PST
(Fiddy Anggriawan )