Ia mengatakan, baik pria maupun wanita, perlu melakukan skrining untuk kanker kolorektum (kolon dan rektum). Perlu diketahui, berdasarkan data dari Globocan 2012, kanker kolorektum menempati posisi ketiga dari jumlah kanker yang paling banyak diidap pria dan posisi kedua pada wanita di dunia.
"Pada usia 50 tahun, pria dan wanita perlu menjalani tes skrining kolorektum. Yang perlu dites adalah fecal occult blood test (FOBT) atau cek darah khusus kolorektum. Juga, fecal immunochemical test (FIT), biasanya dicek fesesnya," jelas dr Demak.
Setidaknya, keduanya perlu dites setiap lima tahun sekali. Dokter akan menelaah, apakah ada darah dalam fesesnya atau adakah potensi terjadinya kanker pada cek laboratorium melalui tes FOBT.
Tentu, pemeriksaan skrining ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan. Bila hasil mengatakan Anda berpotensi mengalami pengembangan kanker kolorektum, dokter bisa mengobatinya sedini mungkin.
(Santi Andriani)