GELIAT akan desainer-desainer muda Indonesia di industri fesyen semakin hari tampaknya semakin terlihat taringnya. Tidak hanya aktif unjuk gigi dalam lingkup domestik, namun juga di kancah internasional.
Setelah kemarin kabar gembira datang dari desainer Meggie Hadiyanto yang siap tampil di ajang New York Couture Fashion Week pada 10-12 Februari mendatang. Ada satu lagi kabar membahagiakan yang dibawa oleh desainer muda Indonesia, yakni Amanda Indah Lestari.
Desainer muda yang akrab disapa Mandy ini, bersama dengan lini busananya yaitu LEKAT ternyata siap mengharumkan nama Indonesia di pentas salah satu pekan mode terbesar di dunia, London Fashion Week. Mandy berhasil menjadi satu-satunya desainer Indonesia yang terpilih untuk bisa menampilkan karya-karya rancangannya dalam ajang London Fashion Week yang akan dihelat pada 17 hingga 25 Februari 2017.
(Foto: Pradita / Okezone)
Mendapat gemblengan dari program Indonesia Fashion Forward dari Jakarta Fashion Week selama ini, kini Mandy berhasil membawa Lekat ke London Fashion Week 2017 mendatang setelah melewati proses kurasi panjang dari juri fashion scout serta juri international fashion showcase di London. Meraih kesempatan emas bisa tampil di pekan mode sekaliber London Fashion Week, Mandy mengungkapkan bahwa ia siap membawa kecantikan kain Indonesia ke mata dunia, yaitu kain Tenun Baduy yang memang selama ini menjadi fokus dari desain-desainnya.
“Ke London nanti aku mengusung tema Moments: Reserved dengan makna memperlihatkan rekam perjalanan Lekat dari dulu hingga sekarang. Fashion show di sana nanti total ada 24 look dengan total 40 hingga 60 pieces busana womenswear modelnya ready to wear,” ungkap Mandy saat diwawancara Okezone, dalam acara yang bertajuk “Lekat, The Road to London Fashion Week 2017” pada Rabu, 8 Februari 2017 di bilangan Jakarta Selatan.
(Foto: Pradita / Okezone)
Keunikan dan keindahan kain Tenun Baduy Luar jadi fokus Mandy dalam menampilkan 24 look ke London nanti. Di mana 24 look yang ia persiapkan dalam kurun waktu enam bulan tersebut adalah perpaduan rancangan hasil kolaborasinya dengan desainer tekstil asal Inggris, Bllie Jacobina dan juga koleksi fall/winter teranyar dari Lekat sendiri.
Mandy mengharapkan bahwa tampilnya ia di London Fashion Week saat pagelaran busana pada 20 Februari nanti dengan membawa warisan wastra tradisional Indonesia, yang sayangnya keberadaaanya masih belum banyak diketahui ini. Sedikit banyak bisa lebih menggaungkan lagi keberadaan dari kain Tenun Baduy khas Banten, Indonesia ini.
“Sejak awal aku memang fokus ke Tenun Baduy, untuk koleksi ini aku pakai material bahan kain Tenun Baduy Luar. Aku ingin memperlihatkan lah ke dunia internasional bahwa kita Indonesia punya loh kain secantik ini, kelebihan dari kain ini sendiri adalah motifnya yang geometris jadi permainan warna-warna cerah lebih mudah aku pakai. Begitu juga dengan aksen permainan patchwork. Enggak muluk-muluk kok harapannya, bisa mendapatkan buyers international banyak ya oke. Yah at least ini akan jadi pengalaman dan pembelajaran berharga buat aku dan Lekat sendiri,” pungkasnya.
Menariknya, segala aktivitas mulai dari A-Z Mandy saat London Fashion Week nanti akan diabadikan dalam bentuk film dokumenter fesyen yang digarap oleh para sutradara muda Tanah Air dengan langsung mendapat bimbingan dari sutradara terkenal, Nia Dinata.
"Intinya sih ingin memperlihatkan dan syukur-syukur bisa menginspirasi para desainer muda dan calon-calon desainer, bahwa di balik gemerlap industri fesyen yang tampak glamor itu banyak kerja keras yang harus digeluti. Lewat film dokumenter fesyen ini sih intinya ingin juga memperllihatkan bahwa desainer muda Indonesia makin hari makin berprestasi di dunia internasional, so sayang kan kalau banyak yang enggak bisa tahu dan lihat. Jadilah ini diabadikan lewat media film," tutup Nia.