Dalam perang, mereka percaya jika ada darah yang tumpah ke tanah maka akan menyuburkan tanah di sana. Sementara jika ada yang mati, maka mendandakan jika warga tersebut pernah melanggar norma dan aturan.
Perang akan berlangsung riuh, mereka beramai-ramai saling menyerang dan menghindar. Semua serdadu terlihat gesit, namun masih saja yang akan luka dan berdarah. Permainan akan berlangsung selama sejam.
Wisatawan dan warga yang menonton akan melihat dua ksatria saling adu tombak berhadapan. Kuda pun akan berlari begitu kencang untuk menyerang musuh.
Intip yuk suasana perangnya dari akun instagram @luciferraro105. Di sana terlihat seorang pemuda menggunakan busana adat, dan membawa empat buah bilah kayu yang bersiap perang di atas seekor kuda berwana coklat dan putih.
Meski diiringi hujan tampaknya, sang serdadu yang mengenakan baju bermotif kotak-kotak dengan ikat kepala tetap semangat untuk melakukan perang Pasola.
(Renny Sundayani)