Rumah Sakit PGI Cikini Ternyata Dulunya "Istana" Pelukis Raden Saleh Lho!

Tentry Yudvi, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2017 09:26 WIB
RS PGI Cikini (foto: Instagram/@lyaleaa)
Share :

SEPINTAS ketika melewati Jalan Raya Raden Saleh, Cikini suasana biasa aja layaknya jalanan umum. Tetapi, di sana ada Rumah Sakit PGI Cikini yang punya nilai sejarah lho.

Dulu, bangunan Rumah Sakit ini merupakan rumah seorang pelukis Raden Saleh dari tahun 1875-1885. Lalu, pada tanggal 12 Januari 1895, rumah tersebut dibeli oleh sepasang suami istri Dominee Cornelis de Graaf dan isterinya Adriana J de Graaf Kooman dengan nama Vereeniging Voor Ziekenverpleging In Indie atau perkumpulan orang sakit di Indonesia.

Dana untuk membeli rumah tersebut merupakan hasil sumbangan Ratu Emma (Ratu Belanda) saat itu dengan harga 100 ribu gulden. Sejak membeli "istana" Raden Saleh ini, rumah menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi semua orang, tidak pandang suku mau pun juga status sosial.

Lalu, di tahun 1913 rumah ini berubah nama menjadi Rumah Sakit Tiikini tanggal 1 Agustus. Kemudian, setelah kemerdekaan 1945 - 1948 rumah tersebut berubah menjadi Rumah Sakit Kaigun (Angkatan Laut Jepang) saat masa pendudukan Jepang. Dengan pengelola ditangani oleh RAPWI.

Kemudian di tahun 1948 RS Cikini dipegang oleh R.F. Bozkelman dengan nama Stichting Medische Voorziening Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini diserahkan kepada DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia) dengan pimpinan Prof. Dr. Joedono.

Lalu, seiring dengan adanya perubahan ejaan Bahasa Indonesia, tahun 31 Maret 1989 berubah menjadi Yayasan Rs PGI Cikini hingga saat ini. Bangunan bernuansa kolonial itu masih menjadi pusat pelayanan kesehatan.

Warna cokela muda, kini mendominasi bangunan. Suasana kastil masih terlihat dari bentuk bangunan, terutama jendelanya. Pilar megah pun masih terlihat dan tidak usang.

Menurut penjelasn akun instagram @myheritagetrip mengatakan jika bangunan megah ini punya taman yang luas dan berfungsi sebagai kebun botani serta kebun binatang dulunya. Di mana area mencapai IKJ, TIM serta SMP 1 Cikini. Namun kini jadi pemukiman warga.

Sejarah Rumah Sakit PGI CIKINI lahir ketika pada 15 Maret 1895, Dominee Cornelis de Graaf dan isterinyaAdriana J de Graaf Kooman mendirikan Vereeniging Voor Ziekenverpleging In Indie atau perkumpulan orang sakit di Indonesia. Balai pengobatan pun dibuka di Gang Pool (dekat Istana Negara) pada 1 September 1895, sebagai wadah pelayanan kesehatan. Dominee de Graaf danistrinya mencari dana untuk mengawali pekerjaan pelayanan ini dan mereka memperoleh sumbangan senilai 100.000 guldendari Ratu Emma (Ratu Belanda saat itu). Dari sumbangan ini maka dibelilah Istana Raden Saleh pada Juni 1897. Serelah membeli rumah tersebut kegiatan pelayanan kesehatan dialihkan ke gedung ini. Selain memiliki bangunan yang megah, RS PGI Cikini dilengkapi dengan taman yang luas, yang pernah juga berfungsi sebagai Kebun Botani serta Kebun Binatang yang areanya mencapai lokasi Kampus IKJ, TIM serta SMP I Cikini (saat ini). Sampai saat ini, lokasi taman yang masih berada di Rumah Sakit tetap tertata dengan rapih sehingga RS PGI Cikini mendapat sebutan A Garden Hospital with Loving Touch. #Repost @kharismt with @repostapp ・・・ Sisa bangunan belanda di komplek Rs. cikini 🏚

Foto kiriman my heritage trip (@myheritagetrip) pada Jan 11, 2017 pada 9:08 PST

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya