SEIRING bertambahnya usia, kulit wajah mengalami penipisan dan menampakkan garis-garis halusnya. Proses menipisnya kulit membuat beberapa bagian di wajah menjadi kosong dan cekung.
Alhasil, beragam cara pun dilakukan untuk membuat bagian wajah tampak ‘berisi’. Mulai dari penggunaan krim wajah hingga melakukan tindakan yang lebih ekstrem, seperti suntik filler dan botox.
Diketahui suntik filler dan botox sama-sama merupakan tindakan non operasi yang bisa dilakukan tanpa melakukan pembiasan dan penanganan dari dokter bedah plastik. Lantas, apa yang membedakan kedua tindakan ini? Berikut uraiannya, seperti dilansir MarieClaire, Selasa (31/1/2017).
Suntik filler
Semakin bertambahnya usia, kolagen dan tingkat elastisitas kulit kian menurun. Tubuh yang awalnya diisi oleh asam hyaluronat (hyaluronic acid) pun turut berkurang bahkan hilang.
Tak heran jika kulit tampak kering, menipis, sehingga muncul garis-garis halus dan kulit keriput. Bahkan, beberapa area pada wajah, tanda-tanda tersebut terlihat amat jelas.
Untuk mengisi bagian kosong pada wajah, seperti garis senyum, bibir, yang tipis, hingga pipi yang cekung, maka dilakukanlah filler. Filler mengandung hyaluronic acid atau asam hyaluronat yang sebetulnya sudah ada di kulit kita.