IMLEK 2017: Kenapa Warna Merah Mendominasi Imlek? Ini Jawabannya

Tentry Yudvi, Jurnalis
Sabtu 28 Januari 2017 05:00 WIB
Suasana di Kelenteng Boen Tek Bio (foto: Tentry Yudvi/Okezone)
Share :

DALAM setiap perayaan budaya Tionghoa khususnya saat perayaan tahun baru atau Imlek, warna merah menjadi identitas khas yang melekat di setiap ornamen mulai dari kelenteng, busana, hingga lampion.

Penggunaan warna merah ternyata merupakan sebuah tanda baik. Di mana warna merah itu, menunjukan kebahagiaan atau juga kesenangan untuk menyambut tahun baru atau pun hari besar lainnya.

"Di kepercayaan kami, warna merah adalah kebahagiaan maka dari itu saat perayaan imlek, warna ini mendominasi kawasan entah dari pengunjung atau dari wihara itu sendiri," kata Joni sebagai mantan pengurus Kelenteng Boen Tek Bio kepada Okezone.

Di samping itu, warna merah juga bisa memberikan energi bagi pasien di rumah sakit. Dikarenakan unsur kebahagiaan sudah dilihat dan dirasakan dari warna ini.

"Bagi yang paham, orang tidak mau datang ke rumah sakit dengan menggunakan baju warna putih atau hitam karena akan membuat pasien menjadi sedih," jelasnya.

Tak hanya warna merah yang menjadi tanda baik, warna kuning dan hijau dalam kepercayaan juga dianggap baik. Terlebih, ketiga warna tersebut merupakan warna dasar dari warna-warna di hidup ini.

"Warna kuning itu mulia, biasanya direpsentasikan sebagai emas, sedangkan hijau itu sejuk, atau pohon," tuturnya.

Dengan kehadiran warna ini bisa dijadikan pelajaran yang baik untuk merasakan kebaikan di dalam hidup. Dan bisa juga digunakan untuk menambah semangat dalam mencari rezeki.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya