KISAH: Pelukan Terakhir, "Mama Ikhlas Kamu Pergi"

Renny Sundayani, Jurnalis
Jum'at 27 Januari 2017 06:14 WIB
Penderita Thalasemia (Foto: Yayasan Thalesemia Jakarta)
Share :

Dari keinginan menolong sesama penderita talasemia, hati Bunda Watty tergerak untuk mendirikan yayasan talasemia. Watty pun tak malu jika harus door to door meminta dana untuk penderita talasemia.

"Saya surati semua untuk meminta dana. Bahkan saya waktu itu bicara dengan menteri untuk bisa aware dengan penderita talasemia," akunya.

Niat mulia Bunda Watty dan suami terwujud dengan didirikannya Yayasan Thalasemia Indonesia pada 1987. Namun, setelah sekian banyak pertolongan dan dukungan orangtua anak penderita talasemia, Watty harus kehilangan anak ketiganya saat berusia 20 tahun. Jauh dari prediksi dokter yang mengatakan bahwa anaknya divonis hidup sampai 10 tahun.

"Sebelum ia meninggal. Saya cuma bisikin ke dia ‘yang ikhlas ya dek mama ikhlas kamu pergi’" pungkasnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya