Rupanya, theobromine dipercaya sepertiga kali lebih efektif untuk menghentikan batuk persisten, dibandingkan kodein (zat yang ditemukan pada obat batuk pada umumnya).
Rata-rata obat batuk hanya melapisi ujung saraf tenggorokan, menghindari keinginan untuk batuk. Mengamati penelitian yang ada, Prof Morice percaya bhwa kakao memiliki kerja yang lebih baik.
"Saya yakin kakao memiliki kerja farmakologi, semacam efek mencegah ujung saraf tenggorokan (untuk mencegah batuk)," tukasnya. Demikian dilansir dari laman Metro, Kamis (12/1/2017).
(Helmi Ade Saputra)