Sangat jarang warna feses menunjukkan sesuatu yang berpotensi serius. Kemungkinan terbesarnya, kotoran Anda berwarna sedikit berbeda dari biasanya akibat makanan yang tidak menghabiskan cukup waktu dalam saluran pencernaan Anda — misalnya saat diare, ketika usus Anda bekerja terburu-buru sehingga mencegah bakteri bekerja dengan baik untuk “mewarnai” feses dengan benar. Namun demikian, warna bisa menjadi sinyal peringatan bahaya ketika terjadi perubahan drastis.
Berikut adalah tujuh petunjuk dari warna dan penampilan fisik feses yang bisa memberikan Anda gagasan tentang gambaran besar kondisi kesehatan Anda.
Mengambang
Kotoran yang mengambang adalah tanda pencernaan Anda tidak berjalan dengan baik, dan Anda memiliki terlalu banyak udara dalam usus Anda. Hal ini biasa terjadi saat Anda mengonsumsi fast food atau camilan yang berlemak dan tidak bernutrisi.
Hijau
Feses yang berwarna kehijauan dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari proses pencernaan yang sangat kilat hingga konsumsi dari banyak sayuran hijau (akibat kandungan klorofil) atau makanan yang mengandung pewarna hijau. Pada kasus lain, pup berwarna hijau tua dapat disebabkan oleh sensitivitas terhadap minyak Anise, efek samping dari suplemen zat besi atau obat antibiotik.
Bakteri seperti Salmonella (penyebab umum di balik kasus keracunan makanan), parasit air Giardia, dan norovirus dapat menyebabkan perut Anda membersihkan diri lebih cepat daripada biasanya, yang dapat menyebabkan tinja berwarna kehijauan.
Pucat, terang, atau keabuan seperti tanah liat