Susu memang mengandung lemak jenuh yang menurut beberapa penelitian berhubungan dengan penyakit jantung. Sehingga, orang lebih memilih susu skim yang mengandung lemak lebih sedikit dibanding susu full cream. Namun, beberapa penelitian belakangan ini juga telah menunjukkan bahwa kandungan lemak jenuh dalam susu tidak menyebabkan penyakit jantung.
Jadi, susu full cream tidak seburuk yang ada di pikiran Anda. Bahkan, penelitian yang dipublikasikan oleh Scandinavian Journal of Primary Health tahun 2013 menunjukkan bahwa lemak susu berhubungan dengan tingkat yang lebih rendah dari obesitas abdominal dibandingkan dengan susu dengan lemak lebih rendah. Partisipan dalam penelitian ini yang memiliki asupan susu tinggi lemak memiliki risiko 48% lebih rendah terkena obesitas abdominal. Sedangkan, yang mengonsumsi susu rendah lemak memiliki risiko 53% lebih tinggi untuk mengalami obesitas abdominal.
Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Nutrition Research 2014 juga melaporkan bahwa susu full cream dapat mengurangi risiko obesitas, khususnya obesitas abdominal alias perut buncit. Dalam salah satu ulasan, sejumlah 11 dari 16 penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi susu tinggi lemak berhubungan dengan risiko obesitas yang lebih rendah. Beberapa ahli berpendapat bahwa kandungan lemak dalam susu yang lebih tinggi dapat membuat seseorang puas dan kenyang setelah mengonsumsinya sehingga ia tidak makan lebih banyak lagi.
Dengan kata lain, konsumsi susu full cream lebih bisa membantu Anda dalam mengontrol berat badan. Beberapa penelitian pun telah membuktikan bahwa konsumsi susu full cream dapat membantu mencegah kenaikan berat badan.
Bagaimana dengan susu skim?