JAHE termasuk rempah yang sering digunakan dalam pengobatan non medis . Namun karena nutrisi dan fitokimia yang terkandung di dalamnya, tidak semua orang bisa mengonsumsi jahe.
Misalnya pada ibu hamil karena berisiko sebabkan keguguran. Kemudian orang yang punya gangguan pada darah serta beberapa kondisi lainnya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini;
Gangguan darah
Jahe punya sifat anti koagulan yang meningkatkan sirkulasi darah. Pada beberapa kondisi gangguan darah seperti hemofilia (gangguan pada proses pembekuan darah) konsumsi jahe dapat memperburuk keadaan, membuat luka kecil tidak menutup bahkan bisa terjadi pendarahan dan memperburuk kondisi.
Sedang menjalani pengobatan
Sejumlah obat tertentu diformulasikan untuk mengatasi gejala tertentu dalam proses penyembuhan. Kemudian setiap obat pasti punya potensi efek samping. Karenanya tidak disarankan untuk mengonsumsi air rebusan jahe karena ada potensi efek samping dan penyembuhan tidak dapat bekerja jika bercampur jahe.
Kehamilan
Teh jahe pada awal kehamilan dapat meredam mual dan muntah. Namun setelah melewati trimester pertama, sebaiknya kurangi konsumsi jahe karena dapat menginduksi kontraksi uterus. Bahkan dampaknya bisa menyebabkan bayi lahir prematur atau bahkan keguguran. Namun saat menjelang melahirkan konsumsi air rebusan jahe dapat dilakukan kembali untuk melancarkan proses bersalin.
Kekurangan berat badan
Jahe dapat merangsang pencernaan yang dampaknya bisa mengatasi sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Namun disamping itu, ketika seseorang mengalami kekurangan berat badan, sebaiknya jangan konsumsi jahe. Pasalnya jahe dapat memperlambat pencernaan menyerap nutrisi dari makanan yang diperlukan tubuh. Demikian seperti dilansir Dailyhealthpost, Rabu (23/12/2016).
(Helmi Ade Saputra)