Masjid Baiturrahman pertama kali dikenalkan oleh penjajah Belanda, dan Inggris dengan menjadi prototipe untuk banyaknya mesjid di Indonesia dan Malaysia. Saat ini menjadi tempat beribadah favorit rakyat Aceh.
Mesjid ini memiliki satu hall dan satu menara yang sudah mengalami renovasi di tahun 1935, 1958, dan 1982. Sekarang di dalam bangunan sudah terdapat 32 pillar, dan menaranya paling tinggi di Aceh.
Saat Aceh diterpa tsunami sebagaimana dikutip dari lestariheritage, Senin (26/12/2016), mesjid ini menjadi tempat pengungsian saat itu, dan merupakan tempat berlindung korban tsunami. Meski mesjid berdiri kokoh, tetapi sebenarnya menara sudah menunjukan keretakan.
(Renny Sundayani)