Makanan yang dimakan bayi juga bisa menyebabkan bayi kentut. Sama seperti orang dewasa, banyak makan kacang-kacangan atau sayuran yang menghasilkan gas dapat menyebabkan kentut. Bayi yang masih ASI, bisa mendapatkan dampak ini dari makanan yang ibu makan. Ibu yang makan banyak jeruk dan produk susu juga dapat menyebabkan perut bayi kembung dan mengakibatkan kentut.
3. Menelan udara
Saat makan atau menyusu, bayi juga menelan udara. Udara yang mengandung gas ini kemudian menumpuk di tubuh bayi dan dikeluarkan dari tubuh melalui kentut. Bayi yang menyusu menggunakan botol susu juga bisa lebih banyak menelan udara.
4. Baru mulai makanan padat
Bayi yang baru pertama kali diperkenalkan dengan makanan padat mungkin juga akan mengalami kentut lebih sering. Sistem pencernaan bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa mencerna makanan padat. Hal ini mungkin menyebabkan masalah pencernaan pada bayi dan perut bayi bergas.
5. Sering menangis
Bayi yang sering menangis menyebabkan lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh bayi. Hal ini menyebabkan lebih banyak gas menumpuk dalam saluran pencernaan bayi sehingga menyebabkan kentut.
Mengapa bau kentut bayi berbeda-beda?
Banyak jenis dari bau kentut bayi, Anda sebagai orangtua harus mengenali apakah bau kentut bayi Anda normal atau tidak. Terkadang saat bayi kentut, kentut bayi tidak menghasilkan bau apapun dan terkadang kentut bayi berbau sangat busuk. Hal ini mungkin berhubungan dengan makanan yang bayi makan.
Namun, jika Anda tidak menemukan hubungan antara makanan bayi dengan bau kentutnya, bayi mungkin mengalami infeksi pada perutnya. Terlebih lagi jika bayi lebih sering kentut dari biasanya, hal ini mungkin menjadi pertanda bahwa bayi sedang mengalami masalah pencernaan.