Sejumlah faktor turut menentukan kemudahan untuk mengetahui jenis kelamin bayi, seperti posisi bayi dan usia bayi. Terkadang agak sulit bagi dokter untuk menentukan jenis kelamin bayi karena kaki bayi menghalangi. Anda harus menunggu bayi pada posisi yang tepat untuk mengetahui jenis kelaminnya.
Untuk mengetahui bayi laki-laki, dokter biasanya akan mencari tanda seperti penyu, ujung penis biasanya mengintip dari balik testis. Sedangkan, untuk mengetahui bayi perempuan, biasanya dokter akan mencari tanda seperti hamburger karena klitoris berada di antara bibir vagina (labia).
Menentukan jenis kelamin bayi melalui USG mempunyai keakuratan yang tinggi. Namun, kesalahan dalam menentukan jenis kelamin juga bisa terjadi. Ini tergantung dari kejelasan gambar dan kemampuan dokter dalam menafsirkan gambar tersebut. Memang, USG tidak dirancang khusus untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Utamanya, USG ditujukan untuk tujuan medis, seperti untuk mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan, kondisi plasenta, dan kondisi tali pusar bayi.
3. Mengetahui kelainan bayi dalam rahim
Saat melakukan USG, dokter dapat mengambil ukuran tubuh janin sehingga dokter mengetahui apakah calon bayi Anda tumbuh dengan baik di dalam rahim. Melalui USG, dokter juga bisa melihat apakah bayi Anda mengalami kelainan struktural, seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing dan celah langit-langit, spina bifida, tanda-tanda Down syndrome, dan lainnya. Kelainan pada plasenta juga dapat ditemukan melalui USG. Jika ditemukan kelainan pada janin Anda, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes lebih lanjut, seperti amniosentesis dan CVS untuk memeriksa kelainan kromosom pada bayi.
(Tuty Ocktaviany)