BAGI Anda yang memiliki hobi mendaki gunung, ada sebuah kabar baik yang berhembus langsung dari Everest Base Camp di Tibet, China.
Beberapa waktu lalu, Pemerintah China merilis sebuah pernyataan resmi yang mengungkapkan bahwa, pada 2019 mendatang pihaknya akan membangun kompleks resort di kawasan pendakian tersebut.
Proyek ini dicanangkan setelah melihat antusiasme para pendaki Gunung Everest yang terus meningkat setiap tahunnya. Selama ini, sebagian besar pendaki gunung memilih melewati lereng gunung yang berada di selatan Nepal.
Base Camp Gunung Everest di Tibet, China (Goran Hoglund (Kartlasarn)- CC BY 2.0)
Hal ini juga diungkapkan oleh Pemandu Gunung Everest asal Inggris, Kenton Cool. Dalam wawancaranya dengan The Telegraph. Kenton mengatakan bahwa China memiliki pasar wisata petualangan yang sangat matang.
“Rencana besar ini akan ditujukan bagi wisatawan yang datang dari Lhasa atau Beijing. Memang ada pasar yang besar untuk wisata petualangan di Negeri Tirai Bambu itu, di mana sejumlah infrastruktur sudah terbangun rapi sebagai pendukungnya. Mulai dari akses kereta api Xining ke Lhasa, hingga jalanan aspal yang tersebar di beberapa kawasan,” tutur Kenton.
Rencananya, resort terbaru ini akan dibangun di ketinggian 5.380 meter. Sehingga dibutuhkan aklimatisasi yang sempurna sebelum dilakukan pembagunan.
Kendati demikian, sejumlah kritik tajam mulai dilayangkan oleh para aktivis lingkungan. Mereka beranggapan bahwa masuknya wisatawan ke wilayah Tibet, justru akan merusak ekosistem dan kearifan lokal penduduk setempat.
Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Tibet sudah melakukan pembatasan kendaraan pribadi di wilayah mereka. Demikian dilansir dari Lonelyplanet, Senin (19/12/2016).