Pertimbangan Bijak Terima Perjodohan

Vessy Frizona, Jurnalis
Selasa 06 Desember 2016 17:02 WIB
Perjodohan (Foto: Relevantmediagroup)
Share :

PERJODOHAN selalu diasumsikan adalah paksaan menikah dengan orang yang bukan pilihan diri sendiri. Padahal, perjodohan sekarang berbeda dengan zaman dulu. Saat ini perjodohan sifatnya lebih demokratis.

Maksudnya orangtua atau kerabat hanya mengenalkan orang yang dirasa cocok untuk Anda. Selanjutnya, bagaimana masing-masing menilai dan merasa. apabila cocok maka silahkan lanjut ke pelaminan.

Karina Priliani selaku Psikolog Klinis menyarankan Anda yang dijodohkan melihat bahwa perjodohan bertujuan baik, karena sifatnya membantu. Adapun pertimbangan menerima perjodohan.

"Alasan yang tepat adalah jika Anda memang siap untuk menjalin hubungan. Dalam hal ini, Anda mampu bersikap terbuka dan objektif untuk memberi kesempatan pada calon perjodohan Anda dalam membina hubungan," ungkap Karina kepada Okezone, belum lama ini.

Ia juga mengingatkan apabila Anda mengalami perjodohan, jangan menjadikan perjodohan sebagai hal mutlak untuk bisa memiliki pasangan. Pililah pasangan yang memang terbaik untuk Anda.

"Yaitu Anda bisa mencintai dan menerimanya dengan tulus dan begitu pula sebaliknya. Tambahan lain adalah dia memiliki karakter dan kepribadian baik. Seperti, bertanggung jawab, agamanya baik, jujur, lembut, dan penyayang," beber wanita lulusan Universitas Tarumanegera ini.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya